Air..

August 2nd, 2008 by fikircomunity

Jika kami adalah air,
Maka kami tidak ingin musnah
menjadi uap
Meski titik didih kapitalisme
kian merayap dalam kehidupan kami

Tapi kami sadar,
Suatu hari nanti
Kami tetap menguap
menjadi bentuk energi lain
Laiknya bangunan yang menjadi puing
Hancur dan rusak sebagai sebuah jasad

Jika kami adalah air,
Seketika kami aka kerahkan kekuatan
Membara dalam gulung
Dan menghempas menjadi ombak
Di dalam badai…
Kami akan bawa kapitalisme
Ke dalam palung yang panas
Membenam serta memusnahkannya

Jika kami adalah air,
Kami akan terus mencari
hingga ke daratan
banjir akan menyeret
keturunan-keturunan kapilis yang masih tersisa
kemudian membawanya bersama arus deras

Jika saja aku adalah air
mungkin aku tak akan bisa melawan
seperti kawan-kawanku yang lain

bersyukur aku,
karena dilahirkan sebagai seorang manusia…

(-nita- thanks buwat inpirasinya. Air hatiku telah berhenti dari kebekuan)
[ingatlah: cintaku takkan pernah mati. Karena revolusi selalu menghidupkan cintaku]

Kami Jelata

May 4th, 2008 by fikircomunity

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Kami jelata…

Kami memang hina

Bermodal asa berjuta

Di negeri tiran ini kami merdeka

 

Karena merdeka, adalah satu-satunya jalan

Untuk bisa berteriak dalam penderitaan

 

Kami jelata…

Kami memang hina

Kehinaan apalagikah yang akan kami rasa

Seandainya, kami terlena

Tidak mengindahkan seruanNya

 

Dan hati inipun

Tidak akan ragu

Karena hari ini adalah hari terakhir kami

Dan akan kami jadikan sebagai hari terbaik kami

Di dunia ini

 

Kami jelata…

Kami memang hina

Tapi kami akan mulia

Karena memperjuangkan perintahNya

 

Mukaku sedang masam

Dan badanku sudah terlalu pegal

Aku ingin istirahatkan sejenak

Tapi, apakah dunia ini sangat indah sebagai tempat
istirahat?

Tidak, karena syurga terlalu indah jika disandingkan
perbandingannya dengan dunia ini, sebagai tempat istirahat

 

Banjarmasin

,
30 April 2008

 

Pembela kalian

(berapa kali lagi kami
harus kami teriakkan, bahwa kami tidak membenci kalian. Hanya cinta yang
terlalu besar, yang membuat kalian merasa direndahkan ketika kami melontarkan kritikan atas kalian)

 

 

 

Surat pada kalian: Banjarmasin keras kepala

May 4th, 2008 by fikircomunity

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:Calibri;
panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:swiss;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin-top:0in;
margin-right:0in;
margin-bottom:10.0pt;
margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:Calibri;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
{color:blue;
text-decoration:underline;
text-underline:single;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
{color:purple;
text-decoration:underline;
text-underline:single;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in;
mso-header-margin:35.4pt;
mso-footer-margin:35.4pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Sudah lama kami singgah, berdiri dan merasakan hangatnya
dunia ini. Sungguh, jika ada pertanyaan dimanakah kami berada saat perubahan
besar atas bumi ini. Kami akan menjawab, kami berada di depan. Atau kami telah
berada di liang lahat, sebuah tempat impian terakhir kami sebagai syuhada.

 

Alloh… Alloh… itulah kalimat yang akan kami lontarkan. Bait
demi baitnya menguatkan kami menghadapi sakaratul maut. Siapapun tahu, kami
bukanlah nabi. Kami juga sadar, tubuh yang lemah ini tidak akan sanggup
menahannya. Tapi, keyakinan kami kepada Alloh begitu besar. Bahwa, janji yang
lebih besar dapat menghilangkan rasa sakit yang sesaat itu.

 

Kami, hari ini masih afiat. Masih segar di dada kami, luapan
energi oksigen karuniaan Tuhan. Dan dalam waktu inilah, kami harus terus
berjuang. Menumpahkan cinta kami kepada Alloh, sembari membangkitkan mau
masyarakat akan kasih sayang Alloh dalam Islam.

 

Besok mayday, buruh-buruh sedunia gegap gempita merayakan
hari jadinya. Hari pengakuan masyarakat, bahwa mereka tidak untuk
dimarjinalkan. Besok, kapitalis yang hilang otaknya akan kembali memikirkan
aspek ganas dari buruh2 pabrik dan para petani. Walaupun, hipokrasi mereka
sebagai muslim terlalu licik untuk ukuran buruh takterdidik seperti di
Indoensia.

Kami adalah buruh, orang tua kami adalah buruh, keluaga kami
adalah buruh, teman dan sahabat kamipun adalah buruh. Tapi, gerakan sadar belum
pernah terjadi di antara kami. Segelintir saja yang mampu. Oleh karenanya,
siapapun kalian. Termasuk buruh sadarkah, mahasiswa atau apapun harga atas diri
anda saat ini, kami mengajak anda menyingsingkan lengan baju. Kemudian berdiri
dan bergerak bersama-sama kami. Mungkin bukan di mayday. Karena mayday hanya
satu titik mula dari bangkitnya buruh. Setiap hari kita akan diisi dengan
perjuangan. Agitasi atas para kapitalis kurang ajar, dan propaganda negative
atas penguasa hipokrit dan penjilat, serta pembongkaran atas kerjasama keduanya
dalam menghancurkan masyarakat.

Hentikan semua keluhan, tambah kegelisahan. Matikan rasa
takutmu, kepalkan tanganmu, dan hajar mulut mereka yang bau. Orasi dusta mereka
harus kita hentikan. Titik tolaknya adalah di sini, di Banjarmasin. Siapapun
perampok hak rakyat akan kita gunjing di tengah-tengah masyarakat. Kita buat mereka
malu untuk terus melakukannya. Sehingga, hanya hal2 baik saja yang terus mereka
fikirkan untuk dikerjakan. Kawan…!!! Antum ruuhul jadiid, fii jasaadil
ummah….!!! Mari kita bakar

Banjarmasin

dengan ide revolusi. Suarakan terus revolusi Islam. Karena kita memang keras
kepala…

 

Salam revolusi putih… salam revolusi Islam

Rise Islam, Rise Khilafah

Bjm, 30 April 2008

 

pembelakalian

contact: 08135157256 fikir_comunity@yahoo.co.id

Pemkot Banjarmasin Keras Kepala

April 24th, 2008 by fikircomunity
sUdah lebih dari dua minggu ini, kami ikuti perkembangan
berita tentang tugu tapal batas kota banjarmasin-kab banjar. Tapi,
seakan2 berita itu berputar2 pada satu masalah… hanya menimbulkan pro
dan kontra, tp tidak menimbulkan solusi…

var curDiv = document.getElementById(’ln0′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln1′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Adalah
Fajar Desira, yang mengatakan bawah biaya 6.5 Milyar itu hanyalah biaya
estimasi untuk membangun ‘logo kalsel’ itu. Dan kalaupun berkembang,
pasti dana yang diperlukan lebih besar lagi dari perkiraan yg ada. Anak
buah Pemkot di Distako itu, ternyata sangat patuh dengan Yudhi Wahyuni,
walikota Banjarmasin. Dia tidak takut, masyarakat akan menuntut lebih
dari sekadar keindahan kota untuk kesejahteraan mereka.

var curDiv = document.getElementById(’ln2′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln3′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Beberapa
fihakpun, terkesan memaklumi alasan pemkot, yg menjadikan tugu tapal
batas sebagai maskot dan ikon kota banjarmasin. lebih buruk lagi, ada
yang mengatakan ini adalah ‘taman mini’ agar nanti masyarakat bisa
‘kongkow’ untuk refreshing seperti di siring sudirman…

var curDiv = document.getElementById(’ln4′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln5′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Anang
Rosadi adenasi, seorang kader PKB, mungkin hanya sendirian menghadapi
barisan Pemkot banjarmasin yg keras kepala agar bangunan tersebut tetap
dibangun. sampai beliau rela, jalan ke Jakarta untuk bertanya kepada
pihak terkait atas sah tidaknya kontraktor yang mendapat tender tugu
tersebut. Keknya, banyak fihak tahu, bawah amang Anang hanya cari muka.
sebagian lagi bilang: ‘pak anang kada dapat proyek, jadi manggugatai…
dari pada urang nang dapat, baik kada nang dapat sama sakali’ (pa anang
tidak dapat proyek, akhirnya menggugat. dari pada orang lain yang
dapat, lebih baik semua tidak usah mendapatkannya sama sekali)…

var curDiv = document.getElementById(’ln6′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln7′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

hahaha…
pro-kontra terus berlangsung, penuh bertengger jadi headline koran
daerah, radio berita, bahkan radio spiritual. Tapi, tidak ada satupun
yang menawarkan solusi kongkrit.

var curDiv = document.getElementById(’ln8′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln9′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

sebenarnya,
pemerintah kota terlalu terpengaruh dengan hinaan Jusuf Kalla, ketika
walikota diangkat pada tahun 2005. Akhirnya, yang ada di benang pak
Yudhi yang ganteng itu hanya kebersihan dan keindahan kota. padahal,
kota yang indah tidak akan berefek apa2 terhadap kemiskinan dan
pengangguran. Sia2 donk, pemerintah bikin kotak sampah di tiap ruas
jalan utama, tapi masyarakat tetep aja buang sampahnya di tengah
jalan…

var curDiv = document.getElementById(’ln10′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln11′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

mungkin,
pemkot hanya bersandar pada hadits: ‘kebersihan adalah sebagian dari
iman’. SEhingga, jika sudah bersih, maka masyarakat akan beriman.
Praktis, masyarakat akan sadar untuk bekerja jika mereka pengangguran.
atau mereka tertib dan tidak melakukan kriminalitas… menurut kami,
masalahnya tidak semudah itu. Apalagi, kebersihan itu hanyalah salah
satu dari bagian keimanan.

var curDiv = document.getElementById(’ln12′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln13′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

menurut
kami, ada baiknya pererintah berkaca kembali dengan akar masalah
sesungguhnya dari kota banjarmasin. Jika sudah, sepertinya para
birokrat itu mesti hilangkan egoismenya. hilangkan keras kepalanya. dan
hilangkan kesombongannya. dan saatnya membuka kembali al quran, sirah
nabi, dan tarikh para khalifah dalam mengatur masyarakat.

var curDiv = document.getElementById(’ln14′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln15′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

kongkrit,
saat ini kami menyerukan kepada pak Yudhi, agar berfikir kembali
tentang masalah masyarakat. 6,5 M itu jumlah yang teramat besar bagi
rakyat kecil seperti kami. hingga, dalam bayangan kami, pengalihan dana
tersebut untuk kesejahteraan masyarakat, adalah solusi riil untuk saat
ini.

var curDiv = document.getElementById(’ln16′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln17′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

sia2 donk, kami bayar pajak. Pajak cuma buwat bikin tugu yg tidak ada gunanya sama sekali untuk masyarakat… riil pak riil…

var curDiv = document.getElementById(’ln18′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln19′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

MENDING KAMI YG KERAS KEPALA….!!!

var curDiv = document.getElementById(’ln20′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

tetap keras kepala untuk revolusi

var curDiv = document.getElementById(’ln21′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

dan tidak kompromi dengan kekufuran

var curDiv = document.getElementById(’ln22′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Rise Islam, Rise Islam

var curDiv = document.getElementById(’ln23′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln24′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

var curDiv = document.getElementById(’ln25′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

Fikr Community

var curDiv = document.getElementById(’ln26′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

mail: fikir_comunity@yahoo.co.id

var curDiv = document.getElementById(’ln27′);
curDiv.innerHTML = convert2url(curDiv.innerHTML);
var links = curDiv.getElementsByTagName(’a');
for(var i = links.length; i >= 0; –i) {
if(links[i]) links[i].innerHTML = links[i].innerHTML.substr(0,30) + “…”;
}

cont: 081351572556

sebuah evolusi

December 23rd, 2007 by fikircomunity

bumi tidak akan berhenti berotasi… decak kagum penghamba ilmu akan serta merta bisa memahami. kenapa pula dengan kami?

tidak ada jawaban spesial yang akan kami persembahkan dalam evolusi diri kami.

beberapa hal telah dan akan terjadi. sehingga, corak dan style kamipun telah dan akan berubah. Fikr Community yg dulu dibentuk oleh tiga orang gila, sekarang hanya menyisakan salah satu dari penggagas keberadaannya. sehingga, jika hanya satu orang kenapa kami harus menyebut diri kami sebagai sebuah komunitas? adalah wajar, kalau kami harus mengganti namanya menjadi fikr movement. sebuah pergerakan dengan style yg masih sama seperti fikr community. walaupun cirinya akan menjadi sangat spesifik. karena tidak ada lagu dikotomi antara penggerak satu dengan penggerak lainnya (karena emang satu2nya).

semula, kami menerbitkan pamplet. kemudian menerbitkan microzine, mengadakan aksi, melakukan kontak2 dengan para buruh. Sekarang masih mirip. kami masih mencetak pamplet, mencetak zina (berubah dari One Liberation menjadi Rebelion), kontak efektif (anak2 punk dan jalanan, pelajar dan mahasiswa), membuat grafiti, dan mengeluarkan stuff2 hasil DIY kami. kalaulah diizinkan, kami akan terus berupaya membuat band dan filem indie dan situs indie.

di benak fikr, telah terpatri sebuah semangat yang dahsyat. walau hanya sendiri, perjuangan ini tak akan pernah berhenti.

rasakan percikan semangat dari kami…. Fikr Movement

kami tidak tahu apa judulnya

July 21st, 2007 by fikircomunity

Dengan nama Tuhan seluruh manusia. Dengan cintaNya kita semua bisa bertahan hidup memanfaatkan oksigen untuk melanjutkan pembakaran atas sisa2 metabolisme kita. Membantu respirasi tumbuh2an dan memberikan kekuatan nafas pada persenggamaan babi hutan. yah… DIa bukan hanya TUhan bagi seluruh manusia, tapi seluruh makhluk.

kami tidak ingin mengatakan Tuhan seluruh makhluk adalah Tuhan atas makhluk2 yang ada di bumi. tapi DIa, TUhan segala makhluk diseluruh semesta jagat raya. karena kamipun tidak tahu, di luar kehidupan bumi ini, apakah ada kehidupan serupa seperti kita.

mungkin menarik juga untuk dipertanyakan. kenapa saat ini (yang kita ketahui), TUhan yang begitu besarnya hanya mengurusi segelintir makhluk yang bernama manusia? yang berdiam di salah satu planet di tata surya. yang tata suryapun hanyalah bagian kecil dari sebuah galaksi besar di antara galaksi2 lainnya. terlebih lagi, aturan yang DIa berikan begitu kompleks, komperhensif, hingga ke batas2 yang sejatinya manusia tidak pernah mengetahui. kenapa?

sungguhlah kita patut untuk memberikan batasan. batasan atas ketidak sanggupan kita untuk mencernanya dalam batok kepala manusia yang begitu kecil. kalaulah kita kemudian mengarungi cakrawala pemikiran yang sebegitu dalam untuk mengetahui esensi pemberian aturan terhadap manusia, kita tidak akan sanggup melakukannya. karena, kita sendiri telah terbatas pada apa yang kita bisa indra untuk kita fikirkan. sungguh keterlaluan, manusia yang terus menerus lari mengejar pengetahuan yang ‘tidak perlu’ untuk dia ketahui. karena untuk apa juga? yah… mungkin hanya  untuk menunjukkan kecongkakannya sebagai makhluk yang berakal.

tidakkah kita menerimanya. menerima keterbatasan kita. menerima ketidak tahuan kita. dan menjalankan saja, apa yang telah diperintahkan olehNya secara nyata.

salam kepada setan…!!! sesungguhnya tanpa kulihat dirimupun, aku telah tahu betapa hebatnya kau permainkan akalku. tetaplah di situ, karena kita akan terus bertarung di dalam kesunyian sekaligus keramaian jiwa. di arena pemikiran dan hawa nafsu…

revolusitanpabasabasi….

FIKIR Dunk…!!!

April 17th, 2007 by fikircomunity

Djid/

Ketika seorang kawan dalam pertemuan suatu organisasi politik tingkat daerah ditanya. Tentang bagaimana peluang dan tantangan untuk membangkitkan masyarakat banjar. Dengan sangat lugu dan polos, jawaban seperti ini keluar. “masarakat kita itu kada kawa dibawa bapikir, kada tabiasa. Makanya, gerakan kita ngalih banar tumbuh dan melaju kaya di Jakarta. Bila kaina revolusi, kita di sini kana batunya. Karna masarakat kita kada siap.(masyarakat banjar itu tidak bisa diajak berfikir, karena tidak terbiasa. Karenanya, gerakan untuk berupaya mengubah masyarakat sangat sulit untuk tumbuh dan berkembang sebagaimana di Jakarta. Bila nanti terjadi revolusi, maka kita akan kena batunya, oleh karena masyarakat kita tidak siap.)” Hadirin dalam ruangan itu ada yg hanya diam, ada pula yg mengangguk2kan kepala tanda setuju. Setuju kalau masyarakat banjar adalah tipe masyarakat yg cuman doyan diperintah dan memerintah. Gak doyan mikir.

Di beberapa tempat lain, lontaran bahwa masyarakat banjar itu tidak bisa diajak berfikir, apalagi berfikir serius, mendalam dan jernih tetap saja ada. Mungkin tidak hanya ada, tapi banyak. Hahaha… yah… mungkin saat ini kita mulai teracuni oleh gaya berfikir seperti tadi. Dan akhirnya menyerah kalah pada kondisi yg sebenarnya kita buat sendiri. Padahal kondisi yg terjadi dan berlaku saat ini bukanlah kondisi sebenarnya. Aku rasa, kita sudah membuat keprecayaan negatif terhadap diri kita sendiri agar kita tidak menjadi individu yg dipersalahkan ketika tidak bisa berbuat optimal untuk perubahan. Sebagaimana kita jujur dan setuju mengakui kalau kita bisu, saat diminta untuk berorasi. Sungguh ini SANGAT MEMALUKAN!!!

Terserah saja, yg membaca ini mau memasang pitam tertinggi kemudian mendatangi kami untuk memberikan bogem mentah ke muka2 kami. Silakan… jika kalian telah merasa benar dengan pendapat kalian. Aku hanya menggunakan kata2 ini untuk menyalurkan apa yg ada di otakku saat ini dalam bentuk tulisan. Kau mau apa??? Bukankah kau juga termasuk orang yg memanifestasikan apa yg kau pikirkan di dalam otak untuk segera menonjokku? Aha…. untuk menonjok saja kalian mikir kan? Kenapa coba, (jika kalian juga termasuk orang banjar) kita dikatakan sebagai tipe manusia yang tidak bisa diajak berfikir?

Setiap kita telah dikaruniakan oleh Sang Penguasa Alam berupa otak dan panca indra yang bisa dioptimalkan untuk menghayati, merasa dan memikirkan. Karena otak dan panca indra adalah dua bagian dari empat komponen pemenuh adanya aktifitas berfikir. Secara teoritik, dalam berbagai buku yg pernah aku baca, proses berfikir itu dimulai dari pencernaan terhadap fakta oleh panca indra. Kemudian panca indra mentransformasikannya melalui syaraf2 kepada otak. Di otak, informasi2 yg telah kita kumpulkan sejak lahir hingga bisa saat ini duduk atau jongkok atau berdiri saat membaca tulisan ini, akan menyesuaikan dan mengidentifikasi tentang fakta yg dilihat. Masih dalam teorinya, berfikir itu banyak jenisnya. Ada berfikir dangkal, ada mendalam dan ada yang jernih dan cemerlang. Tergantung pada tingkat keseriusan berfikir.

Sederhananya seperti ini. Pernah makan ketupat kandangan? Atau makan soto banjar? Pernah dong…. hayoooo…. yg pernah angkat tangan dan yg gak pernah angkat kaki… (hehehhe…. just kiddin bro..). keduanya (yang pernah ataupun yg tidak pernah) sama2 berfikir. Keduanya hanya berbeda dari sisi pengalaman memakan dan tidak memakan. Karena tatkala disebut ketupat kandangan orang yg tidak pernah makanpun bisa memikirkan dan mencitrakan tentang masakan bernama ketupat kandangan. Minimal dalam gambaran yg tidak sempurna. Tahu ketupat saja, tapi kekhasan kandangannya belum sempat tergambar. Ya… kalau saja setiap orang pernah ke Kandangan atau minimal ke Banjarmasin, mereka akan mendapatkan informasi perihal ketupat kandangan.

Menurutku, informasilah yg membuat seseorang bisa berfikir serius sehingga informasi2 yg didapatkannya agar bisa berfikir menjadi banyak. Bisa diyakini, jika seorang telah mendapatkan banyak informasi, wahana berfikirnya akan semakin luas dan semakin kompleks. Misalnya, kita bisa bandingkan antara seorang anak yg tidak bersekolah yg tidak membaca dengan anak yg bersekolah yg membaca. Kedua2nya sama2 tidak membaca, tetapi cara berfikir anak yg sekolah dan yg tidak akan lebih kompleks. Setidaknya, kesederhanaanna dalam menguraikan dan menyelesaikan masalah akan sangat terlihat. Sehingga kesimpulannya, informasi itu memilik pernan yg sangat penting.

Mungkin kita semua patut merenung, saat ini kita tidak bisa mengajak mereka berfikir (mungkin yg dimaksud berfikir mendalam dan cemerlang), dikarenakan kita memberikan informasi yang tidak bisa mereka fahami. Karena bahasa yang kita gunakan adalah sama. Ketika kita duduk berdiskusi dengan rekan2 kita sesama pejuang revolusioner, di perkuliahan, di ranah2 akademik, di depan warung, di dalam masjid, di pasar, dan disegala tempat. Bahasa kita sama. Bahasa intelek (kalau tidak mau dikatakan sok intelek), bahasa langit yang mayoritas pendengarkita baru saja mengerti apa yang baru kita ucapkan. Kita tak bisa memungkiri, sebagaian besar masyarakat banjarmasin bukanlah orang2 yang menggunakan bahasa sederhana. Bukankah memahamkan orang dan mengajak orang berfikir senantiasa kita adalah memberikan substansi? Bukan keanehan dan kebaruan serta kesulitan bahasa.

Hehehe….

Aku ini ngoceh terus… tidak tahu orang sudah bosan dengan apa yg kusampaikan di lembaran2 kertas ini. Intinya begini, semua orang bisa berfikir. Dan ajakan berfikir itu bermacam2, tergantung objek. Jika orang bisa berfikir dengan umpatan bangsat, biadab, keparat dan lain sebagainya…. kenapa kita tidak lakukan itu terhadapnya? Hahaha… tapi ingat, tidak semua orang akan bisa diajak berfikir dengan cara yang sama. Oleh karenanya, bagi yg terbiasa berfikir dan menelurkan pemikirannya ke masyarakat dengan bahasa “tinggi”, silakan dengan menggunakan bahasa langitnya. Tapi, kami akan senantiasa mengajak orang untuk berfikir sebagaimana cara kami. Karena kami yakin, yang diperlukan adalah faham, sadar dan bergerak. Bukan tahu, hafal teori dan tidur.

Segera bergerak…. mulailah dengan berFIKIR.

sepertinya memang tidak ada judul

April 17th, 2007 by fikircomunity

oleh: Alfi Majida

Bocah mungil itu berhenti bersenandung

Letih mungkin

Suaranya sudah agak serak

mengharap beberapa tetes air

Suaranya memang tak sebagus para kontestan yang berjejalan mengikuti audisi Idol

Tapi ada sebuah kepuasan tersendiri

Tatkala ia mengalunkan melodi

Bocah mungil itu menepi mendekati ku

Seonggok kepingan kayu mungil ditentengnya

Yang dikedua ujungnya tertancap tutup botol – tutup botol bekas

Bergemerincing riuh bersorak

Tersenyum ramah ia menyapa

Memamerkan sebuah lesung pipit manis

Kucermati permukaan wajahnya

Dibalik keteduhan itu

Terefleksi sebuah etos hidup yang begitu kuat terpancar

Bocah ini memang tampak biasa saja

Sama seperti kawannya yang lain

Kecintaan mereka pada jalanan

Menjadikan debu dan kendaraan sebagai kawan

Kecintaan mereka pada persimpangan

Menjadikan lampu-lampu berwarna sebagai saingan

“Harga tipis, pendidikan plus, mungkinkah?”\tersenyum sinis ia membaca baleho di tengah jalan

Bocah ini…seperti ingin menumpahkan lava menggumpal yang terpendam

Seakan membaca gurat di dahi ku

Ia mulai bercelotoh riang

Seakan seperti seorang maha guru yang telah mengoleksi bermacam gelar

Coba kaka lihat…

Tunjuknya ke seberang jalan

Bangunan itu seperti benteng tanpa pintu yang menjulang kokoh

Dengan jendela-jendela tanpa pintu

Tak membiarkan orang seperti kami-kami ini untuk singgah

Aku mengikuti arah ekor matanya

Ah…yang benar saja

Masa dia menunjuk markasku?

Lambat laun bocah ini membuatku tertarik. Jarang ada orang yang berpandangan serupa ini tentang sebuah lembaga pendidikan, yang katanya melahirkan insan-insan berdaya guna

Sedang yang ini…sama saja

Tak ubahnya dilatasi yang menyusut

Lanjutnya mengarah pada bangunan dibelakang kami

Tubuh reyot yang penuh tambalan

Kedua bangunan itu padahal serupa

Tapi kak, pernah kah kau berpikir kenapa ada dua saudara yang tak kembar identik?

Padahal mereka sama-sama ingin hidup dan punya tujuan yang sama.

Dulu…aku pernah berada pada bangunan serupa itu

Yang katanya adalah tempat untuk mendapatkan banyak teman

Tempat jika kau ingin pintar

Dulu…aku pernah begitu mencintainya

Hingga akhirnya aku terdepak dan tak mampu bertahan

Rupanya waktu tak mau bersahabat

Aku tak mencoba untuk berkompromi

Tak berminat pula untuk kembali

Aku kehilangan cinta pada bangunan itu, yang hanya buat terkungkung

Pada kacaunya kurikulum yang dibuat. Pada kebodohan sistematis yang terjadi

Pembelajaran yang bagaimana?

Apa membiarkan untuk jadi pengecut dan pengecoh ulung?

Apa hanya sebagai wahana adu lifestyle dan trend, bukannya prestasi? Apa tak ubahnya seperti bursa efek dan lahan basah nilai tukar mata uang

Ouh tidak…

Aku tak ingin berkorban banyak

Jika hanya untuk membeli meja dan bangku bertahtakan berlian

Jika sekedar mengkopi kertas-kertas penuh coretan dan gambar

Jika hanya untuk memandangi papan hitam dan bongkahan kapur

Mereka sudah terlalu kejam menyedot keringatku

Jika hanya untuk membayar semua itu

Toh, disini aku punya lebih banyak teman. Disini tempatku belajar

Disini aku bisa mengumpulkan sekeping dua keping untuk memenuhi rongrongan perut

Sedang disana aku hanya mampu bermimpi mengejar tinta emas yang menghiasi buku nilaiku

Hanya mengikuti rutinitas transformasi dan transfer informasi belaka

Itukah yang disebut ilmu?

Itukah yang namanya pengetahuan?

Jika hanya output yang mereka harap

Tanpa peduli bagaimana input dan prosesnya…itu sama saja bullshit

Kehidupan adalah panggung pembelajaran tanpa batas

Disini aku jadi lebih pintar

Walau hanya mampu berleha-leha tidur di keranjang bawang sekalipun

Langit adalah atap termegah yang diciptakan

Tanah adalah lantai pondasi terkokoh yang dibuat

Akhirnya aku menghela napas dalam… Memandang bocah mungil dihadapan

Binar matanya memantulkan brjuta asa

Tampak aura energi perubahan

Kulitnya mengkilat meradiasi cahaya

Tampak sebuah persahabatan yang solid dengan mentari

Dilumuri peluh yang tergelincir pasrah

Sebuah ikatan yang kuat dengan surya

Kak…lihat kupu-kupu itu! lanjutnya masih memancarkan ketenangan

Lantas ku ikuti arah ekor matanya pada sepasang makhluk indah bersayap

Jika salah satu dari kupu-kupu itu berada dalam sebuah mobil, tentu ia akan lebih cepat dibanding kupu-kupu lainnya yang hanya terbang dengan kedua belah sayapnya sendiri

Itu jika mobilnya melaju ke depan

Jika sebaliknya mobil itu malah mundur ke belakang

Tentu kupu-kupu itu akan lebih lambat dan kehilangan arah tujuannya

Keadaan seperti itu memang sistemik

Keadaan kita sekarang tentulah sangat dipengaruhi kondisi di sekitar kita

Pilihan itu ada ditangan kita

Tetap bertahan di lingkaran setan atau mencoba untuk mengubahnya

Walau memang tak semudah membalik telapak tangan tatkala aku ingin semua bangunan itu berbinar bak permata dan membuka pintunya lebar – lebar tanpa pandang bulu, tanpa dikotomi

Tapi yang namanya perjuangan adalah profesi yang selalu membuka lowongan bagi pekerjaan baru

Coba kaka lihat pohon ini ! dialihkannya perhatian pada sebatang pohon rindang yang menaungi kami

Selalu ada saja daun-daunnya yang gugur berjatuhan. Tapi pohon ini takkan pernah kehabisan cara, menumbuhkan tunas-tunas baru. Sementara daun-daun yang berguguran, tak lebih hanya akan menjadi sampah sejarah. Sedangkan tunas-tunas baru itu adalah kader-kader unggul yang bertahan serta akan terus tumbuh dan berkembang dengan pesatnya

Memberi warna kehidupan

FIKIR DONG

March 19th, 2007 by fikircomunity

terlampau banyak manusia yg telah pulang dengan tangan hampa…

pulang tanpa membawa apa2, dan di tempat pulangnya tak lebih dari seekor pecundang yg mengemis2 rasa kasihan dari Rabb pecinta alam… memohon agar dirinya menjadi bagian dari alhi syurga dengan kegemilangan tahta bertabur mulya…. tapi tidakkah mereka merasa malu???

tidakkah mereka malu???? sebagaimana seorang pemain sepak bola yg diharuskan memasukkan gol ke gawang lwan lewat tendangan penalti… tapi sang penjaga gawang tak ada di tempat… saat semua kesempatan untuk menalkukkan syurga begitu besarnya…. mereka malah memilih diam dan beralih menerobos lapangan dan melepaskan tendangan keras ke gawang sendiri. dan terjadilah gol bunuh diri….

begitulah kita. terlampau banyak yg tidak punya rasa malu. peluang memasuki syurga telah dibuka lebar dengan berbagai macam kemudahan… akan tetapi, manusia ternyata lebih enjoyed memasuki neraka, yg telah jelas pilihannya. mengalahkan diri sendiri, menghinakan kejantanan diri, dan mengeluhkan keinginan besarnya agar bisa menang. pdahal dia sendirilah yg telah bunh diri….

sungguhpun,manusia telah diberikan oleh Allah akal untuk memilih mana yg baik dan mana yg tidak. mana jalan takwa dan mana jalan yg fujur.

‘fa al hamaha fujuuraha wataqwaaha…’

mungkin selayaknya mereka adalah binatang….

walaqod dzaro’na li jahannama katsiiran minal jinni wal ins. lahum quluubun laa yufqohuunabiha …, ula ika kal an’am balhum adhl

sekarang gunakanlah potensi akalmu… mari bersama2 kita mulai befikir serius akan perubahan yg terjadi pada diri sendiri. kt akan revolusi diri kita, dan kita akan revolusi semua orang dengan Fikir…

tiga maret….

March 2nd, 2007 by fikircomunity

hahhahaha…

gw pengen ketawa hari ini…. ketawa puas2… karena gw ngerasa kalau hari ini hari spesial banget…. just for the moment… ulang tahun gw? bukan… gw mah gak doyan ngerayain yg begituan…. atau gw baru gajian??? ahh itu juga bukan… karena gw gak mungkin gajian… gw kan organisasi.masa organisasi ada gajian??? kan gak lucu… gw hari ini ketawa karena gw geli melihat masyarakat indonesia, pemerintahnya, para intelektualnya, dan lebih lagi kepada pejuang2 kemanusiaan dan pemikirannya… karena mereka sudah tidak sadar akan tegaknya kembali sistem aturan ideal yg pada tanggal ini runtuh.

beberapa waktu yg lalu… gw denger… bahwa pemerintah belanda udah ngerasa segala macam aktifitas untuk menghalangi tegaknya khilafah adalah langkah yg sia2. bahkan… tatkala negara khilafah itu nanti berdiri, mereka akan siap membangun kerjasama dan koalisi dnegan negara khilafah…. hufff…. negerinya van nistleroiyy saja bilang begitu… orang2nya kafir, sistem ketataegaraannya hancur, ehidupan moralnya kcau, tapi nyadar akan sebuah perubahan yg akan terjadi di tengah2 dunia…

sebenernya ummat islam harus lebih menyadari itu. karena keberadaan negara khilafah yg berdasarkan manhaj kenabian adalah sebuah keniscayaan yg disampaikan oleh hadits rosulullah. secara imani, dan mesti diyakini untuk diperjuangkan. tapi kenyataannya??? haaaaaaaaah….. ummat ISlam belum merasa itu sebagai sebuah kewajiban…. memang.. riak2 peegakan khilafah sudah mulai terasa di Indonesia. ada satu ikon politik yg gw sangat salut sama mereka. tapi….. gw gak salut sama partai2 Islam yg mengaku2 sebagai partai ISlam, tapi tidak berupaya untuk menegakkan khilafah…. keberadaan mereka di parlemen malah melanggengkan sistem yg ada…. membodohkan dan melenakan masyarakat….

gw ketawa… kenapaaa masih ada yg gak nyadar. kalo khilafah akan segera tegak????

‘ala kulli hal…

ada sebuah kritik juga untuk para pejuang khilafah…. kemenangan Islam dulu tegak oleh Rosulullah dan para sahabat. setidaknya perilaku para pejuangnnyapun mendekati perilaku para sahabat… sehinnga gw yakin. kemenangann itu akan segera tiba… jika saja, gambaran perilaku kita sekarang jauh dari sahabat… mungkin bisa jadi, sebentar lagi kemenagan itu akan datang. tapi tidak di tangan kalian. tapi di tangan generasi2 baru yg perilakunya sangat dekat dengan sahabat….

bros… ayo kita berjuang bersama… fikir akan terus berjuang dengan gaya fikir sendiri…. dan kalian… silakan berjuang dengan gaya kalian sendiri…. yg penting, manhajnya sama…. MANHAJ NUBUWAH

     :D:D:D:D: